Home » Akademik » Teliti Cara Awetkan Daging sapi, Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Medali Emas I3F 2020
Teliti Cara Awetkan Daging sapi, Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Medali Emas I3F 2020

Teliti Cara Awetkan Daging sapi, Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Medali Emas I3F 2020

Kota Malang (MTsN 1) – Melalui penelitiannya yang diberi nama “DIMITRI (Smart and Active Edible Coating): Utilization of Lactic Acid Bacteria (LAB) from White Cabbage Heads(Brassica olearacea L. Var Capitata) and Brazilin Compounds (C16H14O5) to Extend the Shelf Life of Fresh Meat”.

Tim KIR MTsN 1 Kota Malang yang beranggotakan Hasna Febriana Syukurillah, Ain Nur Azizah Putri Harsya, Nahda Nur Handwiyan Widiastuti, Briliana Alya Nafisa, dan Dania Wijayanti sukses meraih medali emas dalam ajang dalam ajang I3F (Indonesia International Invention Festival) 2020.

Dikutip dari kemenag.go.id, Hasna Febriana Syukurillah menjelaskan, DIMITRI merupakan smart dan active edible coating. DIMITRI berbahan dasar kayu secang yang mengandung senyawa brazilin sebagai smart coating dan berfungsi untuk mendeteksi tingkat keasaman (pH) dari daging.

“Kami mengombinasikannya dengan active coating yang berbahan dasar krop kubis putih karena mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) sebagai antibakteri,” terang Hasna, Jumat (25/09).

Ain Nur Azizah juga menambahkan, dalam penelitian ini mereka ingin membuat suatu yang baru yang efektif dan efisien dalam mendeteksi tingkat keasaman daging. Caranya, dengan menggabungkan smart dan juga active edible coating. Pada penelitian sebelumnya, mereka hanya menggunakan active coating atau hanya menggunakan smart coating.

“Pada penelitian ini, kami membuat 9 sampel kombinasi dengan 3 kali pengulangan. Dari beberapa pengujian didapatkan hasil terbaik yaitu sampel A3B2, yang terdiri dari 6% senyawa brazilin dan 8% bakteri asam laktat,” jelas Azizah.

Dania Wijayanti juga menuturkan, kelebihan dari penelitian ini adalah prosesnya lebih ekonomis serta mudah diproduksi dan diaplikasikan. Temuan penelitian ini juga dapat memperpanjang lama umur simpan daging hingga 10 hari.

Hal senada juga disampaikan Nahda. Menurutnya, dengan temuan ini, masyarakat bisa mengawetkan daging sapi dengan lebih higienis. “Sehingga, ketika dikonsumsi juga akan lebih aman,” terangnya.

Menurut Briliana, temuan ini juga memberikan alternatif baru yang inovatif dan aplikatif bagi masyarakat, karena dapat meningkatkan daya umur simpan daging sapi.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Samsudin, mengatakan penelitian ini telah sukses meraih medali emas dalam ajang Indonesia International Invention Festival (I3F) 2020. “Alhamdulillah mereka mendapatkan medali emas,” tandasnya. (Zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*