Home » Akademik » Perangkat Pemanen Energi Suara, Penelitian Siswa MTsN 1 Kota Malang Peraih Medali Perak I3F 2020
Perangkat Pemanen Energi Suara, Penelitian Siswa MTsN 1 Kota Malang Peraih Medali Perak I3F 2020

Perangkat Pemanen Energi Suara, Penelitian Siswa MTsN 1 Kota Malang Peraih Medali Perak I3F 2020

Kota Malang (MTsN 1) – Melalui proyek penelitian yang diberi nama S-Gyvice 2.0 (Sound Energy Harvesting Device), tim MTsN 1 Kota Malang yang beranggotakan Pasha Halabi Ikhsanal Haq, Thoriq Ahmad Izzuddin, Ian Prayata Argyan Whiramukti, dan Fairuz Daffa Al Hazza sukses meraih medali perak dalam ajang I3F (Indonesia International Invention Festival) 2020.

Dihubungi melalui WhatsApp, Thoriq Ahmad Izzuddin menjelaskan, inovasi yang ia buat bersama rekan-rekannya adalah perangkat pemanen energi suara menjadi energi listrik.

“Kami membuat (proyek penelitian) ini karena banyak tempat di Indonesia yang menghasilkan suara bising. Di sisi lain, listrik di Indonesia itu masih mengandalkan batu bara. Jadi kami berinisiatif untuk mencari solusi dari permasalahan ini dengan memanfaatkan energi suara. Hal itu cukup efektif karena alat kami bisa menghasilkan listrik lebih banyak dibandingkan inovasi sejenis sebelumnya,” ungkap siswa kelas 9F tersebut.

Thoriq juga sangat bersyukur, karena ia dan rekannya sukses meraih prestasi di ajang internasional.

“Alhamdulillah, karena kami yakin sudah diberikan yang terbaik oleh Allah Swt. juga semoga (prestasi ini) bisa menjadi penyemangat bagi kami dan anggota KIR yang lain,” jelasnya.

Rekan satu tim Thoriq, Pasha Halabi Ikhsanal Haq, juga sangat bersyukur karena berhasil meraih prestasi dan pengalaman dalam sebuah lomba yang dilaksanakan secara virtual.

“Alhamdulillah, bisa dapat medali di lomba kemarin. Dari situ saya juga mendapatkan pengalaman mengikuti lomba secara virtual dan bisa dijadikan pelajaran untuk lomba-lomba yang akan datang. Saya juga bersyukur serta berterima kasih atas semua dukungan dan doa (dari orang tua, guru, dan teman-teman),” tegasnya.

Ungkapan syukur juga disampaikan oleh Annestiana Handini, pembina KIR MTsN 1 Kota Malang yang telah berhasil mengantarkan anak didiknya meraih prestasi di I3F 2020.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi seperti ini (masa pandemi Covid-19), anak-anak masih semangat untuk berkarya dan tentunya meraih prestasi terbaik,” tutur Annestiana.

Indonesia International Invention Festival (I3F) merupakan salah satu program Asosiasi Aku Indonesia (AKIA). Pelaksanaan tahun ini adalah gelaran ketiga setelah sebelumnya sukses diadakan pada 2018 dan 2019. I3F terdiri dari beberapa agenda seperti pameran dan penjurian, Seminar Internasional, city tour serta awarding ceremony.

Dikutip dari https://official-i3f.com/ I3F 2020 semula direncanakan diadakan pada April 2020. Namun, karena wabah yang terjadi saat ini, mereka sepakat untuk menundanya dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan akhirnya I3F 2020 dilaksanakan pada September 2020 serta semua kegiatan dilaksanakan secara virtual. (Zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*