Home » Artikel » Nuansa Merah Putih, Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di MTsN 1 Kota Malang
Nuansa Merah Putih, Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di MTsN 1 Kota Malang

Nuansa Merah Putih, Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di MTsN 1 Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Nuansa merah putih tampak memenuhi lapangan MTsN 1 Kota Malang pada Sabtu (17/8). Hari ini segenap warga Matsanewa melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan  Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kepala MTsN 1 Kota Malang, Samsudin bertugas sebagai inspektur upacara. Yang dalam amanatnya ia membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.

“Kemerdekaan ini tentu harus kita syukuri sebagai pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan adalah sebuah capaian yang tak ternilai harganya atas perjuangan panjang dalam melawan penjajahan dan penindasan. Tak terhitung berapa jumlah pejuang dan pahlawan kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Untuk itu marilah kita bersama mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan dan sembari mendoakan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapSamsudin.

Lebih lanjut, Kepala Madrasah yang akrab disapa Pak Sam ini menyampaikan bahwa Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan.

Nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembangunan karakter bangsa juga ditempuh melalui pemajuan kebudayaan. Karena bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya.

Pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan perlindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting.

Agar pembangunan karakter bangsa ini dapat terwujud, dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan.

Dalam rangka menunjang pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, disamping melalui Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah sejak usia dini, juga melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun serta Revitalisasi Pendidikan Vokasi.

Program Wajib Belajar 12 Tahun dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan angkatan kerja Indonesia ke depan minimal berpendidikan sekolah menengah.

Adapun kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat mengungguli angkatan kerja negara lain dalam persaingan global.

Kegiatan upacara usai sekira pukul 08.00 WIB dan selanjutnya Pak Sam menyampaikan bahwa salah satu siswa MTsN 1 Kota Malang yang bernama Zikry Azizy Aljava (kelas 8D) berhasil mendapatkan undangan dari Istana Negara.Hal ini adalah apresiasi bagi Zikri yang telah berhasil meraih juara 1 dalam lomba robotik tingkat Internasional di Malaysia. (Zul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>